Didedikasikan untuk Melayani Pasar, 3 Showroom Homedoki Kini Tersedia di Jabodetabek
JAKARTA — Setelah membuka kanal online, Homedoki secara bertahap telah membuka toko offline di Jakarta Metropolitan Area atau Jabodetabek. Saat ini, sudah ada 3 toko fisik yang beroperasi di Tangerang hingga Depok. Sejak toko pertama di Cipondoh, Homedoki telah berkomitmen untuk membuka lebih banyak toko fisik agar pelanggan dapat mencoba produknya secara langsung. Sekarang Homedoki Medan adalah target selanjutnya yang akan segera dibuka.
Alasan di balik pemilihan lokasi sebagian karena lokasinya yang strategis untuk bisnis yang sedang berkembang. Dikenal sebagai salah satu area tersibuk yang cocok dengan target pasar, rute-rute tersebut berkembang pesat meskipun pandemi melanda dan stabilitas ekonomi makro di Indonesia selama beberapa tahun terakhir.

Toko fisik pertama dimulai di Cipondoh; di dalam Tangerang tetapi di sekitar ibu kota. Showroom pertama melayani pelanggan dengan bangunan 4 lantai, menampilkan semua kategori furnitur yang ditawarkan Homedoki. Dilanjutkan dengan pembukaan di kota satelit yang berkembang, Gading Serpong, yang berada tepat di samping kawasan bisnis Tangerang dan BSD City. Dan yang terakhir, terletak di provinsi Jawa Barat, Depok; adalah kota dinamis yang terletak tepat di antara Jakarta, Bogor, dan Tangerang; dan yang terpenting, cocok dengan target pasar.
Setiap produk dijamin tersedia untuk setiap pengunjung yang ingin membeli langsung. Ini memungkinkan Homedoki untuk mengumpulkan penjualan sesuai dengan perilaku pasar, peneliti menemukan sekitar 85% konsumen Indonesia memiliki kebiasaan belanja hedonis. Temuan ini menunjukkan bahwa pasar didominasi oleh tipe pelanggan impulsif namun mengutamakan efisiensi. Dan Homedoki hadir untuk menawarkan produk-produk yang sesuai dengan jangkauan ekonomi mereka.

Tujuan utama Homedoki tidak berhenti pada memenangkan penjualan pasar online. Selain pencapaian dan pendapatan yang didapat Homedoki, tak kalah pentingnya adalah menjangkau pasar yang belum terjangkau secara online; yang sekitar 90% dari pasar sangat menjanjikan. Taktik kompetitif dimainkan dengan lingkungan yang berbeda kali ini.
“Kami menyadari prospek di pasar Indonesia, oleh karena itu, kami telah menghitung risiko dan probabilitas untuk melaksanakannya,” kata General Manager Homedoki Indonesia, Henny Herlina. Meskipun tampaknya mudah untuk terjun ke pasar offline, distribusi offline jauh lebih kompleks daripada online.

“Mengatasi kerugian mengharuskan kami menyinkronkan setiap departemen dengan departemen toko. Dari rantai pasokan hingga pengembangan merek, kami akan selalu memperhatikan kebutuhan setiap toko dan memastikan manajemen selalu sejalan dengan strategi.” tambah Henny.